Akuaponik: Solusi Kebun dan Kolam Ikan di Rumah Sendiri
Bogor — BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian terus mendorong pemanfaatan teknologi pertanian ramah lingkungan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. Salah satunya adalah sistem akuaponik, sebuah metode budidaya terpadu yang menggabungkan pemeliharaan ikan dan penanaman sayuran dalam satu siklus air yang berkelanjutan.
Akuaponik memungkinkan masyarakat memanen ikan segar dan sayuran sehat sekaligus di halaman rumah sendiri. Sistem ini tidak hanya hemat lahan, tetapi juga hemat air karena air digunakan secara berulang dan tidak terbuang.
Apa Itu Akuaponik?
Akuaponik bekerja dengan prinsip saling menguntungkan antara ikan, bakteri baik, dan tanaman. Kotoran ikan yang mengandung amonia, yang berbahaya bagi ikan, akan diuraikan oleh bakteri nitrifikasi menjadi nitrat. Senyawa ini kemudian diserap oleh akar tanaman sebagai nutrisi alami.
Dengan proses tersebut, tanaman berperan sebagai penyaring alami yang membersihkan air sebelum dialirkan kembali ke kolam ikan. Hasilnya, ikan hidup lebih sehat dan tanaman tumbuh subur tanpa memerlukan pupuk kimia.
Keunggulan Sistem Akuaponik
Sistem akuaponik skala rumah tangga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain:
-
Hemat air, karena air diputar terus-menerus dalam sistem
-
Tidak memerlukan pupuk kimia
-
Ramah lingkungan dan minim limbah
-
Dapat diterapkan di lahan sempit
-
Perawatan relatif mudah dan biaya terjangkau
Perawatan Harian dan Mingguan
Agar sistem akuaponik berjalan optimal, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Setiap hari, pastikan pompa air berfungsi dengan baik sehingga air mengalir dan kaya oksigen. Pemberian pakan ikan cukup dilakukan dua kali sehari dalam jumlah secukupnya agar tidak tersisa dan membusuk.
Pengamatan kondisi ikan juga penting. Apabila ikan terlihat di permukaan air, hal tersebut bisa menjadi tanda kualitas air menurun atau kadar oksigen rendah.
Secara mingguan, lakukan pembersihan busa filter untuk mencegah penyumbatan. Tambahkan air bersih jika volume air berkurang akibat penguapan, serta periksa kondisi tanaman dengan memangkas daun yang menguning atau terserang hama.
Parameter Kualitas Air
Untuk menjaga kesehatan ikan dan tanaman, beberapa parameter kualitas air perlu diperhatikan, seperti kadar oksigen terlarut di atas 5 mg/L, pH air antara 6,5–8,5, suhu ideal 26–30°C, serta kadar amonia serendah mungkin. Kondisi air yang baik akan mendukung pertumbuhan ikan dan aktivitas bakteri pengurai.
Tips Sukses bagi Pemula
BRMP Agroklimat juga membagikan beberapa tips penting bagi masyarakat yang ingin memulai akuaponik. Hindari penggunaan pestisida kimia karena dapat mencemari air dan membahayakan ikan. Mulailah dengan jumlah ikan yang sedikit agar sistem stabil dan ikan tidak stres. Selain itu, pada tahap awal disarankan menunggu proses pematangan air (cycling) selama 2–4 minggu agar bakteri baik berkembang optimal.
Melalui penerapan akuaponik, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan ruang terbatas secara produktif, mendukung ketahanan pangan keluarga, serta berkontribusi pada pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.
BRMP Agroklimat berkomitmen untuk terus menyebarluaskan inovasi dan edukasi pertanian modern demi terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.