BRMP Agroklimat Dorong Penerapan Smart Irrigation di Kebun Kakao Kolaka Timur
Kolaka Timur, BRMP Agroklimat – Tim BRMP Agroklimat menjadi salah satu pelaksana program ICARE di Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, melalui kegiatan bertajuk Implementasi Smart Irrigation Terstandar dalam Budidaya Kakao untuk Penguatan Rantai Nilai Komoditas Pertanian di Sulawesi Tenggara. Teknologi smart irrigation terstandar ini diterapkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air pada budidaya kakao, terutama pada musim kemarau, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas kakao petani. Dalam jangka panjang, penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kapasitas petani melalui adopsi praktik pertanian modern yang mampu meningkatkan kualitas serta hasil produksi kakao.
Kabupaten Kolaka Timur selama ini dikenal sebagai salah satu sentra utama produksi kakao di Indonesia. Namun, sejumlah tantangan mendasar masih membayangi sektor ini, seperti keterbatasan air pada musim kemarau, serangan penyakit, dan dominasi tanaman kakao tua yang produktivitasnya kian menurun. Kondisi tersebut berdampak langsung pada penurunan kapasitas produksi nasional dan membuat petani semakin rentan secara ekonomi. Situasi ini menegaskan perlunya teknologi intervensi yang terintegrasi, adaptif, dan relevan terhadap perubahan iklim demi menjaga keberlanjutan produksi kakao.
Implementasi teknologi smart irrigation yang difokuskan pada tingkat usaha tani (on-farm level) dirancang untuk menjawab dua persoalan utama tersebut, yaitu ketersediaan air dan produktivitas kakao yang rendah. Berbagai studi, termasuk rekomendasi International Cocoa Organization (ICCO) dan literatur teknis American Society of Agricultural and Biological Engineers (ASABE), menunjukkan bahwa manajemen air yang efisien berperan penting dalam meningkatkan ketahanan dan produktivitas kakao, terutama di tengah perubahan iklim. Penelitian Huan, Yee, dan Wood (1986) bahkan mencatat bahwa pemenuhan kebutuhan air irigasi dapat meningkatkan hasil biji kakao kering dari 1.150–1.500 kilogram per hektar per tahun menjadi 1.450–2.400 kilogram per hektar per tahun.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan koordinasi erat dengan BRMP Sulawesi Tenggara, CV Sinar Harapan, dan Koperasi LEM Sejahtera selaku mitra kegiatan ini. Tim BRMP Agroklimat dan BRMP Sulawesi Tenggara juga telah menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) pada 21 Oktober 2025 di Desa Wonuambuteo untuk mengenalkan konsep dan operasional teknologi smart irrigation kepada petani kakao.
Selanjutnya, pada 22–24 Oktober, tim BRMP Agroklimat melakukan survei, investigasi, dan desain (SID) di lima lahan calon lokasi milik petani anggota LEM Sejahtera di Kecamatan Lambandia. Kegiatan tersebut mencakup pengambilan foto udara menggunakan drone, pengukuran elevasi lahan dengan RTK, pengambilan data sumber air, pengambilan sampel tanah, interview mengenai sosial ekonomi petani, serta pengumpulan data kondisi biofisik dan pertanaman di lahan kakao. Data kondisi biofisik, pertanaman dan sosial ekonomi ini menjadi dasar penentuan lokasi dan rancangan sistem irigasi pintar yang akan dilakukan.
Berdasarkan hasil survei, satu lahan seluas 0,7 hektar milik petani Samsul Bahri dipilih sebagai lokasi implementasi. Pada 29–30 November 2025, tim BRMP Agroklimat dan CV Sinar Harapan memasang panel surya dan teknologi smart irrigation di lahan tersebut. Sebelumnya juga telah dilakukan pembuatan sumur bor yang menjadi sumber air untuk irigasi. Teknologi smart irrigation yang dipasang berupa irigasi tetes berbasis tenaga surya yang dapat dioperasikan dan dipantau melalui smartphone. Setelah instalasi, dilakukan juga Training of Trainers (ToT) dari Tim BRMP Agroklimat dan mitra kepada petani kakao untuk transfer pengetahuan terkait teknologi smart irrigation yang diterapkan.
Selain meningkatkan efisiensi penggunaan air dan nutrisi, sistem ini menawarkan kemudahan operasional yang ramah bagi petani muda dan perempuan. Teknologi tersebut diharapkan dapat memperkuat inklusivitas sekaligus meningkatkan produktivitas dalam budidaya kakao di Kolaka Timur.