• Jl. Tentara Pelajar No. 1 A
  • (0251) 8312760; (0813 8909 1091 WA chat only)
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
      • Pengadaan
    • Standar Operasional Prosedur (SOP)
      • SOP Subbagian Tata Usaha
      • SOP Tim Kerja Layanan Pengujian
      • SOP Tim Kerja Program dan Evaluasi
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Jurnal
    • Buletin Hasil penelitian
    • Warta
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
338 dilihat       27 Juli 2023

Petakan Kawasan Kekeringan, Kementan Optimis Hadapi El Nino

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) optimis dalam menghadapi cuaca ekstrem El Nino. Itu lantaran mereka telah menyiapkan sejumlah mitigasi melalui berbagai program dan kebijakan yang komprehensif.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya sedari awal sudah menyusun grand design untuk meminimalisir dampak El Nino. Menurutnya ada sembilan langkah yang disiapkannya dalam mengindentifikasi dan mapping kekeringan. Semua dibagi daerah kategori merah, kuning, dan hijau dengan objek metode masing-masing daerah.

“Hijau berarti airnya sangat baik itu harus di optimalkan, ada daerah kuning airnya pas pasan oleh karena itu intervensi teknologi harus masuk, ada daerah merah kita sudah canangkan pendekatan tertentu,” kata Mentan dalam program ‘B-Talk’ yang disiarkan via Kompas TV, Selasa (11/7).

“Dan ini semua by data. Kami ingin memastikan kondisi petani tercukupi (ketersediaan airnya). Kementan juga sedang melakukan riset terkait pengembangan benih padi yang memang tahan dalam kondisi kekeringan,” lanjut Mentan.

Terkait hal tersebut, pihaknya telah melakukan sejumlah upaya. Mulai dari perbaikan embung, parit, sumur dalam, sumur resapan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang diperkuat oleh daerah. Di samping itu ada juga benih benih tahan kering yang sudah diintervensi pad setiap provinsi kabupaten.

Mentan menargetkan ada 1000 hektar yang nantinya menjadi model lumbung pangan di masing-masing daerah. “Kami juga mewaspadai hama yang membuat produktivitas menjadi rendah. Maka dari itu peran lumbung pangan daerah ini penting,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi menjawab ihwal isu penurunan produksi beras serta dampak dari El Nino. Dia menegaskan bahwa jika merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) produksi beras nasional tercukupi. Kendati demikian, sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo serta Menteri Pertanian, semua harus tetap waspada.

“Kami dan jajaran di daerah sudah saling berkolaborasi. Bagaimana memetakan ancaman dan solusinya kedepan terkait El Nino ini. Memperkuat barisan. Memperkuat indeks pertanaman,” jelas Suwandi.

Suwandi lantas menjawab dengan gamblang terkait isu penurunan produksi beras pada Januari-April. Dia mengatakan bahwa data tersebut dihitung berdasar luas panen yang sudah terkonfirmasi, sementara produktivitasnya belum dilakukan perhitungan. “Tapi kami anggap itu sebagai warning, menjadi atensi kita bersama,” jelas Suwandi.

Dalam kesempatan itu, Suwandi juga menjelaskan kalau ekspor sektor pertanian jauh lebih tinggi dibandingkan impor. Dampak positifnya, kata dia, neraca perdagangan surplus di saat kondisi semua sulit.

“Dan itu terbukti ketika covid, sektor pertanian bisa survive dan terus tumbuh. Berkontribusi pada PDB di saat sektor lain terpukul. Artinya pertanian menjadi penggerak roda ekonomi nasional,” pungkasnya.

(Sumber : https://tanamanpangan.pertanian.go.id)

Prev Next

- BRMP Agroklimat


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP Agroklimat Perkuat Kompetensi SDM melalui Edukasi Alat Ukur Iklim bersama BMKG
    14 Jan 2026 - By BRMP Agroklimat
  • Thumb
    SNI 9415:2025 Resmi Terbit, Perkuat Standar Pengamatan dan Pengelolaan Data Iklim Pertanian
    13 Jan 2026 - By BRMP Agroklimat
  • Thumb
    Evaluasi Akhir Kegiatan TA 2025, Perkuat Sinergi Program dan Kinerja BRMP Agroklimat
    12 Jan 2026 - By BRMP Agroklimat
  • Thumb
    Rapat Koordinasi Peningkatan Kinerja SDM Pegawai BRMP Agroklimat Tahun Anggaran 2026
    06 Jan 2026 - By BRMP Agroklimat
  • Thumb
    BRMP Agroklimat Kembali Raih Predikat Informatif dalam Anugerah KIP
    28 Des 2025 - By BRMP Agroklimat

tags

Padi

Kontak

(0251) 8312760; (0813 8909 1091 WA chat only)
(0251) 8323909
[email protected]

Jl. Tentara Pelajar No. 1 A
Kel. Menteng, Kec. Bogor Barat
Kota Bogor - Jawa Barat
Indonesia 16111

Website: agroklimat.brmp.pertanian.go.id

© 2024 - 2026 Balai Perakitan dan Pengujian Agroklimat dan Hidrologi Pertanian. All Right Reserved