Rapat Teknis Perdana Bahas Rancangan Standar Irigasi Perpompaan Pertanian
Bogor, 26 Agustus 2026 – Dalam rangka mendukung perumusan Standar Nasional Indonesia (SNI) di bidang sumber daya lahan pertanian, Balai Perakitan dan Pengujian Agroklimat dan Hidrologi Pertanian melalui Komite Teknis 65-23 Sumber Daya Lahan Pertanian menyelenggarakan Rapat Teknis 1 Penyusunan Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) Infrastruktur Panen Air Pertanian – Spesifikasi Teknis Irigasi Perpompaan, Rabu (26/8/2026). Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dari Bogor.
Rapat teknis ini menjadi bagian dari tahapan penyusunan rancangan standar yang diharapkan dapat menghasilkan acuan teknis yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan pertanian. Kegiatan dibuka oleh Anik Dwi Hastuti yang mewakili Kepala BRMP Sumber Daya Lahan Pertanian. Dalam arahannya, disampaikan pentingnya konsistensi, ketelitian, serta ketepatan waktu dalam setiap tahapan perumusan standar agar proses penyusunan SNI dapat berjalan efektif dan diselesaikan sesuai target.
Rapat dipimpin oleh Rahmawati selaku Wakil Ketua Komite Teknis 65-23 Sumber Daya Lahan Pertanian. Pembahasan difokuskan pada penyempurnaan rancangan RSNI Infrastruktur Panen Air Pertanian – Spesifikasi Teknis Irigasi Perpompaan. Rancangan standar tersebut mencakup persyaratan teknis irigasi perpompaan, mulai dari penentuan lokasi dan sumber air, persyaratan komponen dan konstruksi, hingga prosedur pengujian kinerja.
Standar yang dirumuskan diperuntukkan bagi penerapan irigasi perpompaan pada lahan sawah tadah hujan maupun lahan sawah yang rawan mengalami kekeringan. Keberadaan standar ini diharapkan dapat memberikan acuan yang lebih jelas dalam perencanaan, pembangunan, dan pengujian kinerja infrastruktur irigasi perpompaan sehingga penerapannya dapat dilakukan secara tepat dan memenuhi persyaratan teknis.
Melalui rapat teknis ini, berbagai masukan dan hasil pembahasan menjadi bahan penting dalam penyempurnaan rancangan standar sebelum memasuki tahapan perumusan selanjutnya. Penyusunan standar yang komprehensif diharapkan dapat mendukung ketersediaan acuan teknis bagi pemanfaatan sumber daya air secara lebih efektif, khususnya dalam menghadapi risiko kekeringan pada lahan pertanian.
Perumusan RSNI ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Balai Perakitan dan Pengujian Agroklimat dan Hidrologi Pertanian dalam mendukung pengembangan standar pertanian yang aplikatif dan berbasis kebutuhan di lapangan, serta berkontribusi terhadap penguatan infrastruktur pertanian yang mendukung peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan.