BRMP Agroklimat Dorong Perencanaan Tanam Berbasis Iklim di Polewali Mandar
Polewali Mandar – Perencanaan waktu tanam yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan dan stabilitas harga komoditas pertanian. Dalam rangka mendukung upaya tersebut, Balai Perakitan dan Pengujian Agroklimat dan Hidrologi Pertanian (BRMP Agroklimat) berpartisipasi dalam Workshop Penyusunan Kalender Tanam untuk Perencanaan Pertanian guna Pengendalian Inflasi Daerah di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Kegiatan yang diselenggarakan atas undangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat ini merupakan bagian dari kolaborasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama sejumlah instansi terkait, di antaranya BRMP Agroklimat, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V Mamuju, BMKG Stasiun Klimatologi Mamuju, serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Sulawesi Barat.
Pada hari pertama, workshop diisi dengan pemaparan materi mengenai kesiapan tanam yang disampaikan oleh narasumber dari dinas pertanian setempat, BWS Sulawesi V Mamuju, dan BMKG Stasiun Klimatologi Mamuju. Pembahasan mencakup kondisi pertanian, ketersediaan sumber daya air, serta informasi iklim sebagai dasar dalam menentukan waktu dan pola tanam yang sesuai dengan kondisi wilayah.
Dalam kegiatan ini, BRMP Agroklimat turut memperkenalkan pemanfaatan Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu (SIAP TANAM) sebagai salah satu instrumen pendukung perencanaan pertanian. Sistem ini menyediakan informasi yang dapat dimanfaatkan untuk menentukan waktu tanam, mengidentifikasi potensi lahan, serta mempertimbangkan kondisi iklim dan ketersediaan air dalam menyusun strategi pola tanam.
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan praktik teknis penyusunan draf kalender tanam dan penghitungan perencanaan pola tanam. Melalui sesi ini, peserta diarahkan untuk mengintegrasikan berbagai informasi dan data pendukung agar menghasilkan perencanaan tanam yang lebih terukur, sesuai dengan potensi wilayah, serta mempertimbangkan ketersediaan air dan kondisi musim tanam.
Penyusunan kalender tanam yang akurat diharapkan dapat membantu mengoptimalkan produksi pertanian, menjaga kesinambungan pasokan pangan, serta mengantisipasi potensi gangguan produksi akibat perubahan iklim dan ketidakpastian musim. Dengan demikian, perencanaan pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas, tetapi juga berkontribusi terhadap pengendalian gejolak harga pangan dan inflasi daerah.
Melalui kegiatan ini, BRMP Agroklimat terus mendorong pemanfaatan informasi agroklimat dan teknologi kalender tanam dalam mendukung perencanaan pertanian berbasis data. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga teknis, dan Bank Indonesia diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga stabilitas ekonomi melalui ketersediaan pasokan pangan yang terencana dan berkelanjutan.