BRMP Agroklimat Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Percepatan LTT Dukung Swasembada Pangan
Semarang – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, Balai Perakitan dan Pengujian Agroklimat dan Hidrologi Pertanian (BRMP Agroklimat) menyelenggarakan kegiatan Pendayagunaan Hasil Perakitan Teknologi dan Rapat Koordinasi Penguatan Sinergi untuk Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) guna Mendukung Swasembada Pangan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi wadah koordinasi dan pertukaran informasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta pemangku kepentingan terkait dalam mengoptimalkan potensi pertanian di wilayah Jawa Tengah.
Kegiatan diikuti oleh 130 peserta yang terdiri atas perwakilan penyuluh pertanian, dinas pertanian kabupaten/kota, serta Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dari Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, dan Pekalongan, serta Kota Tegal dan Kota Pekalongan. Turut hadir perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, BRMP Jawa Tengah, serta jajaran penyuluhan pertanian Provinsi Jawa Tengah.
Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada pendayagunaan hasil perakitan teknologi pertanian melalui penyampaian materi varietas unggul baru padi yang adaptif terhadap perubahan iklim oleh Dr. Nafisah dari BRMP Padi. Materi ini memberikan wawasan mengenai pemanfaatan varietas unggul sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengantisipasi dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian.
Selain itu, peserta mendapatkan materi Seni Bicara Pertanian: Mengubah Penyuluhan Menjadi Percakapan yang Menghasilkan yang disampaikan oleh Ikke Harjono. Materi tersebut menekankan pentingnya kemampuan komunikasi yang efektif dan persuasif bagi penyuluh dalam menyampaikan inovasi teknologi serta membangun interaksi yang produktif dengan petani.
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi yang dibuka oleh Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Sarwo Edhy. Diskusi menghadirkan narasumber dari Stasiun Klimatologi BMKG, BBWS Pemali Juana, PSDA Pemali Comal, serta ATR/BPN Provinsi Jawa Tengah.
Pembahasan difokuskan pada kondisi iklim, ketersediaan dan pengelolaan sumber daya air untuk menghadapi musim tanam mendatang, serta sinkronisasi data Lahan Baku Sawah (LBS). Informasi tersebut menjadi aspek penting dalam menyusun perencanaan dan menentukan target LTT agar lebih akurat, realistis, dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.
Koordinasi lintas sektor ini juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi berbagai tantangan dalam percepatan tanam, khususnya terkait ketersediaan air, potensi lahan, dan kesesuaian data luas baku sawah. Dengan dukungan data dan informasi yang terintegrasi, langkah antisipasi terhadap kendala di lapangan diharapkan dapat dilakukan lebih awal dan tepat sasaran.
Melalui kegiatan ini, BRMP Agroklimat mendorong penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan potensi lahan pertanian serta mempercepat realisasi Luas Tambah Tanam. Pendayagunaan hasil perakitan teknologi juga diharapkan dapat mempercepat penerapan inovasi pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Kolaborasi dan koordinasi yang berkelanjutan menjadi kunci dalam mewujudkan pertanian yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan. Dengan perencanaan tanam yang lebih baik, dukungan teknologi, serta pengelolaan sumber daya air yang optimal, percepatan LTT diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian swasembada pangan nasional.