Webinar BRMP Agroklimat dan BRMP Padi Bahas Budidaya Padi Sehat PM-AAS
Bogor – Perubahan iklim yang ditandai dengan meningkatnya suhu, pergeseran pola musim, serta ancaman kemarau berkepanjangan menjadi tantangan bagi keberlanjutan produksi padi nasional. Kondisi tersebut menuntut penerapan teknologi budidaya yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan. Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, Balai Perakitan dan Pengujian Agroklimat dan Hidrologi Pertanian (BRMP Agroklimat) berkolaborasi dengan BRMP Padi menyelenggarakan webinar bertajuk “Budidaya Padi Sehat PM-AAS: Adaptif terhadap Perubahan Iklim.”
Webinar ini menjadi wadah berbagi pengetahuan dan informasi mengenai penerapan teknologi budidaya padi yang mampu menghadapi kondisi iklim yang semakin ekstrem, khususnya dalam menghadapi kemarau panjang dan fenomena El Niño yang berpotensi memengaruhi ketersediaan air serta produktivitas tanaman.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai kondisi iklim dan musim tanam 2026/2027, pengenalan konsep PM-AAS, serta berbagai strategi dan teknologi adaptasi dalam budidaya padi. Pembahasan mencakup penggunaan varietas unggul, teknik tanam benih langsung, pengelolaan air melalui metode Alternate Wetting and Drying (AWD), pemupukan berimbang, hingga Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
Salah satu materi utama yang dibahas adalah penerapan teknologi PM-AAS sebagai pendekatan budidaya padi yang mengintegrasikan pengelolaan tanaman, tanah, dan air secara lebih efisien. Melalui pengaturan waktu tanam, pemilihan varietas yang sesuai, pemberian pupuk berdasarkan kebutuhan tanaman, serta pengelolaan air secara tepat, produktivitas padi diharapkan tetap terjaga meskipun menghadapi keterbatasan sumber daya air.
Dalam praktiknya, penerapan teknologi PM-AAS pada lahan percontohan dilaporkan mampu menghasilkan produktivitas sekitar 8–13 ton per hektare. Selain potensi peningkatan hasil, pendekatan ini juga memberikan manfaat berupa efisiensi penggunaan air irigasi, pengendalian biaya produksi, serta pengurangan emisi gas rumah kaca dari lahan sawah.
Webinar juga membahas berbagai tantangan penerapan teknologi budidaya padi sehat ke depan, termasuk strategi mitigasi terhadap perubahan iklim dan pentingnya penyesuaian teknologi dengan kondisi agroekosistem masing-masing wilayah. Hal ini menegaskan bahwa keberhasilan budidaya tidak hanya ditentukan oleh penggunaan varietas unggul, tetapi juga oleh ketepatan pengelolaan air, tanah, tanaman, dan lingkungan.
Melalui kolaborasi BRMP Agroklimat dan BRMP Padi, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman dan mendorong penerapan inovasi teknologi budidaya padi yang adaptif terhadap perubahan iklim. Sinergi antara pengembangan teknologi, pemanfaatan informasi iklim, dan praktik budidaya yang tepat menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas produksi serta meningkatkan kesejahteraan petani.
BRMP Agroklimat terus berkomitmen mendorong pemanfaatan inovasi agroklimat dan hidrologi pertanian untuk mendukung sistem pertanian yang tangguh, efisien, dan berkelanjutan demi memperkuat ketahanan pangan nasional.