BRMP Agroklimat Mengisi Kuliah Tamu IPB: Pola Tanam & Kalender Tanam
Bogor, 6 Juni 2026 – BRMP Agroklimat berpartisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan Kuliah Tamu Mata Kuliah Pengelolaan Air dan Tanaman (AGH1221) yang diselenggarakan oleh Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB University secara daring melalui Zoom Meeting.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, Dr. Rima Purnamayani, S.P., M.Si., menyampaikan materi bertajuk “Pola Tanam dan Kalender Tanam”. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 130 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan dosen, termasuk Prof. Dr. Edi Santosa, S.P., M.Si.
Materi yang disampaikan membahas pentingnya penyusunan pola tanam yang adaptif terhadap kondisi iklim serta pemanfaatan informasi kalender tanam sebagai dasar pengambilan keputusan dalam budidaya pertanian. Peserta memperoleh wawasan mengenai peran informasi agroklimat dalam mendukung peningkatan produktivitas, efisiensi penggunaan sumber daya, serta keberlanjutan pembangunan pertanian di tengah tantangan perubahan iklim.
Dalam pemaparannya, Dr. Rima Purnamayani, S.P., M.Si., menjelaskan perkembangan inovasi Kalender Tanam Nasional yang telah berevolusi menjadi SIAP TANAM 2.0, sebuah platform informasi digital yang menyediakan rekomendasi waktu tanam, pola tanam, dan luas tanam berbasis prediksi iklim, kondisi sumber daya lahan, serta analisis ketersediaan air. Sistem ini dikembangkan untuk membantu petani dan pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan budidaya yang lebih tepat dan presisi.
Narasumber juga menguraikan konsep kalender tanam sebagai salah satu strategi adaptasi perubahan iklim. Penentuan pola tanam yang tepat dilakukan dengan mempertimbangkan pola curah hujan, ketersediaan air, karakteristik agroekosistem, serta risiko iklim yang dapat memengaruhi keberhasilan produksi pertanian. Berbagai alternatif pola tanam, seperti monokultur, pergiliran tanaman, dan tumpangsari, dijelaskan sebagai bagian dari upaya optimalisasi pemanfaatan sumber daya lahan dan air.
Selain itu, peserta diperkenalkan pada metode neraca air tanaman yang digunakan dalam penyusunan rekomendasi kalender tanam. Metode ini mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan air tanaman dan ketersediaan air di lapangan, sehingga rekomendasi awal tanam dapat disusun secara lebih akurat untuk lahan irigasi, nonirigasi, maupun lahan rawa. Melalui pendekatan tersebut, risiko kekurangan air dan potensi gagal panen dapat diminimalkan.
Materi juga menyoroti pentingnya pemanfaatan informasi iklim dan proyeksi perubahan curah hujan dalam perencanaan pertanian jangka panjang. Peserta diajak memahami bagaimana perubahan pola curah hujan berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian, ketersediaan sumber daya air, dan risiko bencana hidrometeorologi, sehingga diperlukan strategi adaptasi yang berbasis data dan informasi ilmiah.
Dalam sesi demonstrasi, Dr. Rima memperlihatkan berbagai fitur yang tersedia pada SIAP TANAM 2.0, mulai dari informasi kalender tanam hingga tingkat desa, analisis neraca air, proyeksi luas tanam dan produksi, rekomendasi kebutuhan sarana produksi, informasi potensi pembangunan infrastruktur panen air pertanian, hingga rekomendasi optimasi produksi berdasarkan kondisi wilayah. Sistem tersebut juga dilengkapi dengan berbagai data pendukung yang terintegrasi dari berbagai instansi, seperti Kementerian Pertanian, BMKG, Kementerian PUPR, Bappenas, BIG, ESDM, BPS, dan PT Pupuk Indonesia.
Pada bagian penutup, narasumber menegaskan bahwa perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya air merupakan tantangan utama yang harus dihadapi sektor pertanian saat ini. Oleh karena itu, perencanaan pola tanam dan waktu tanam tidak lagi dapat dilakukan berdasarkan kebiasaan semata, melainkan harus didukung oleh data, analisis iklim, dan perhitungan neraca air yang akurat. Dalam konteks tersebut, SIAP TANAM 2.0 hadir sebagai solusi pertanian presisi yang mampu membantu meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, mengurangi risiko kegagalan usaha tani, serta mendorong peningkatan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam pemahaman terkait implementasi pola tanam, kalender tanam, dan pemanfaatan teknologi informasi agroklimat dalam mendukung pengambilan keputusan di lapangan. Acara diakhiri dengan penyampaian apresiasi dari pihak penyelenggara kepada narasumber serta sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kegiatan.
Melalui kegiatan ini, BRMP Agroklimat terus berkomitmen mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia pertanian melalui diseminasi ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang agroklimat dan hidrologi pertanian guna mewujudkan pertanian yang lebih produktif, adaptif, dan berkelanjutan.