Instalasi Alat Penunjang dan Pelatihan Demplot Adaptasi Perubahan Iklim di Pemalang
Pemalang, Juni 2026 – Balai Perakitan dan Pengujian Agroklimat dan Hidrologi Pertanian (BRMP Agroklimat) terus memperkuat upaya adaptasi sektor pertanian terhadap perubahan iklim melalui kegiatan instalasi alat penunjang serta pelatihan budidaya pada Demplot Adaptasi Perubahan Iklim di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari survei lapang dan koordinasi yang sebelumnya telah dilakukan bersama Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Pemalang, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta kelompok tani setempat. Melalui sinergi berbagai pihak, program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas petani dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan di lapangan.
Pada tahap awal, tim BRMP Agroklimat melaksanakan sosialisasi program sekaligus membahas persiapan tanam pada lokasi demplot adaptasi perubahan iklim. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan koordinasi terkait kebutuhan sarana produksi, termasuk penyediaan benih padi genjah varietas Inpari VTE 13 sebanyak 60 kilogram untuk mendukung pertanaman pada lahan demplot seluas 2,59 hektare.
Selain persiapan budidaya, tim BRMP Agroklimat melakukan instalasi berbagai teknologi penunjang yang dirancang untuk membantu petani dalam mengelola air dan memantau kondisi cuaca secara lebih akurat. Teknologi yang dipasang meliputi stasiun cuaca otomatis (Automatic Weather Station/AWS) dan pipa Alternate Wetting and Drying (AWD) yang berfungsi untuk mendukung pengelolaan irigasi secara efisien.
Petani dan penyuluh yang terlibat tidak hanya diperkenalkan dengan teknologi tersebut, tetapi juga mendapatkan pelatihan mengenai cara pengoperasian, pengamatan, serta pemeliharaan alat agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan budidaya sehari-hari. Kehadiran AWS dan AWD menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar peserta, sekaligus membuka peluang penerapan pertanian yang lebih adaptif dan berbasis data.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, BRMP Agroklimat juga menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Padi Adaptif Perubahan Iklim yang diikuti oleh sekitar 30 peserta. Peserta terdiri atas petani kooperator, staf Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Pemalang, Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Materi pelatihan difokuskan pada penerapan teknologi budidaya yang mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap perubahan pola musim, sekaligus memperkenalkan penggunaan varietas padi berumur genjah sebagai salah satu strategi adaptasi. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama pelatihan berlangsung, mengingat sebagian petani sebelumnya belum terbiasa menerapkan budidaya menggunakan varietas padi genjah dan teknologi pendukung modern.
Para petani menyampaikan bahwa dampak perubahan iklim, seperti pergeseran musim tanam dan ketidakpastian curah hujan, telah mulai dirasakan dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan pemahaman serta kesiapan petani dalam menerapkan praktik budidaya yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan instalasi alat penunjang dan pelatihan demplot ini, BRMP Agroklimat berharap inovasi teknologi adaptasi perubahan iklim dapat diterapkan secara lebih luas oleh petani. Dengan dukungan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, penyuluh, dan petani, diharapkan produktivitas pertanian tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.