Otomasi Pertanian Vertikal: Solusi Pangan Masa Depan di Lahan Sempit
Bogor — Balai Perakitan dan Pengujian Agroklimat dan Hidrologi Pertanian (BRMP Agroklimat) terus mendorong inovasi pertanian modern melalui penerapan teknologi vertical farming berbasis controlled environment agriculture (CEA). Pendekatan ini menjadi solusi strategis dalam menjawab tantangan keterbatasan lahan, khususnya di wilayah perkotaan, sekaligus meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.
Vertical farming merupakan metode budidaya tanaman secara bertingkat (vertikal) yang umumnya dilakukan tanpa tanah, seperti melalui sistem hidroponik, aeroponik, maupun aquaponik. Sistem ini dapat diterapkan di dalam ruangan (indoor), baik pada kontainer, greenhouse, maupun bangunan tertutup, sehingga memungkinkan produksi tanaman berlangsung sepanjang tahun tanpa bergantung pada musim.
BRMP Agroklimat telah mengimplementasikan teknologi ini melalui sistem hidroponik nutrient film technique (NFT) yang dilengkapi dengan berbagai perangkat pendukung. Di antaranya adalah penggunaan LED grow light sebagai pengganti sinar matahari, sensor lingkungan untuk memantau suhu, kelembapan, pH nutrisi, dan electrical conductivity (EC), serta sistem nutrisi otomatis. Selain itu, teknologi Internet of Things (IoT) dimanfaatkan untuk memonitor kondisi tanaman secara real-time, dan kecerdasan buatan (AI) digunakan untuk mengoptimalkan kondisi lingkungan tumbuh.
Penerapan integrasi teknologi ini memberikan berbagai keunggulan, seperti efisiensi penggunaan air hingga 70–95% dibandingkan pertanian konvensional, minim penggunaan pestisida, serta peningkatan produktivitas. Sistem sirkulasi air tertutup juga mendukung efisiensi sumber daya yang lebih tinggi dan ramah lingkungan.
Meski demikian, vertical farming juga memiliki tantangan, antara lain kebutuhan investasi awal yang relatif tinggi, konsumsi listrik yang cukup besar terutama untuk pencahayaan LED, serta perlunya keahlian teknis dalam pengoperasian sistem.
Tanaman yang paling sesuai untuk sistem ini umumnya adalah tanaman berumur pendek, seperti selada, bayam, kale, pakcoy, serta microgreens, yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan siklus panen cepat.
Melalui pengembangan dan implementasi teknologi vertical farming berbasis CEA, BRMP Agroklimat berkomitmen untuk mendukung transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya lahan.