Pengembangan Irigasi Pintar Jadi Langkah Awal Modernisasi Bawang Putih di Lembang
Lembang, 18 Juni 2026 – Balai Perakitan dan Pengujian Agroklimat dan Hidrologi Pertanian (BRMP Agroklimat) terus mendorong penerapan teknologi pertanian modern melalui pembangunan jaringan irigasi pintar pada lahan budidaya bawang putih di Lembang, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari tahapan survei lokasi dan penyusunan desain sistem irigasi yang sebelumnya telah dilakukan sebagai bagian dari pengembangan pertanian hortikultura berbasis digital.
Pada tahap awal ini, tim BRMP Agroklimat melaksanakan perakitan jaringan irigasi yang akan menjadi fondasi penerapan sistem pengairan presisi (precision irrigation). Desain jaringan yang digunakan merupakan hasil penyempurnaan dari rancangan sebelumnya. Apabila pada konsep awal direncanakan menggunakan sistem impact sprinkler, hasil evaluasi lapangan menunjukkan perlunya modifikasi desain menjadi kombinasi irigasi tetes (drip irrigation) dan irigasi kabut (mist irrigation). Perubahan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan dengan penggunaan mulsa pada budidaya bawang putih sehingga distribusi air menjadi lebih efektif dan efisien.
Untuk mengairi lahan seluas sekitar 0,2 hektare, jaringan irigasi yang dirakit terdiri atas pipa PVC sebagai saluran utama, sekitar 3.000 meter selang HDPE yang dipasang pada 25 bedengan, serta sekitar 6.000 unit outlet micro jet sprayer dengan jarak pemasangan antar outlet sekitar 0,5 meter. Konfigurasi tersebut dirancang agar mampu mendistribusikan air secara merata sesuai kebutuhan tanaman pada setiap fase pertumbuhan.
Selain proses perakitan komponen, tim juga melakukan penyambungan jaringan, pemasangan selang distribusi, serta pengujian awal terhadap instalasi irigasi untuk memastikan setiap komponen bekerja dengan baik. Tahapan ini menjadi langkah penting sebelum sistem memasuki proses integrasi dengan perangkat otomasi.
Ke depan, jaringan irigasi ini akan dilengkapi dengan pompa berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta perangkat Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pengoperasian dan pemantauan sistem dilakukan secara otomatis berdasarkan kondisi lapangan. Dengan dukungan teknologi tersebut, proses pemberian air diharapkan menjadi lebih tepat waktu, tepat jumlah, dan efisien dalam penggunaan sumber daya.
Pengembangan sistem irigasi pintar ini merupakan bagian dari komitmen BRMP Agroklimat dalam mendukung transformasi pertanian menuju smart farming, khususnya pada komoditas hortikultura. Melalui penerapan teknologi digital, diharapkan produktivitas bawang putih dapat meningkat, penggunaan air menjadi lebih hemat, serta biaya operasional budidaya dapat ditekan sehingga mendukung terwujudnya pertanian yang modern, efisien, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian dalam mempercepat modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan inovasi teknologi untuk meningkatkan daya saing dan mendukung pencapaian kemandirian pangan nasional. Dengan kolaborasi antara rekayasa teknologi, digitalisasi, dan penerapan praktik budidaya yang tepat, BRMP Agroklimat terus menghadirkan solusi inovatif bagi pengembangan pertanian Indonesia.