Standar Iklim Mikro Kandang Ayam KUB untuk Mendukung Produktivitas
Bogor – Pengelolaan iklim mikro kandang menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kesehatan, pertumbuhan, dan produktivitas ayam KUB. Kondisi lingkungan di dalam kandang, seperti suhu, kelembaban, kecepatan angin, serta kadar gas amonia dan karbon dioksida, perlu dikendalikan agar sesuai dengan kebutuhan ayam pada setiap fase pertumbuhan.
Ayam KUB memiliki kebutuhan lingkungan yang berbeda pada setiap fase pemeliharaan. Pada fase starter (0–4 minggu), sistem termoregulasi anak ayam masih belum stabil sehingga kondisi lingkungan perlu dijaga secara lebih ketat. Suhu kandang dapat dipertahankan pada kisaran 32–35°C dan diturunkan secara bertahap hingga sekitar 28°C, dengan kelembaban relatif (RH) 60–70%, kadar amonia <20 ppm, karbon dioksida <2.500 ppm, serta kecepatan angin 0,1–0,3 m/s.
Memasuki fase grower (5–16 minggu), kebutuhan oksigen ayam meningkat seiring pertumbuhan fisiknya. Ventilasi yang memadai menjadi penting untuk menjaga kualitas udara dan mencegah terjadinya stres. Kondisi yang direkomendasikan meliputi suhu 26–28°C, RH 60–70%, amonia <20 ppm, karbon dioksida <3.000 ppm, serta kecepatan angin 0,3–0,5 m/s.
Sementara itu, pada fase layer (>16 minggu), ayam betina dewasa semakin rentan terhadap heat stress. Peningkatan suhu lingkungan dapat berdampak terhadap penurunan produksi telur. Oleh karena itu, suhu kandang perlu dijaga pada kisaran 24–28°C, RH 60–70%, amonia <20 ppm, karbon dioksida <3.000 ppm, serta kecepatan angin 0,5–1,5 m/s untuk mendukung sirkulasi udara yang optimal.
Untuk membantu menjaga kondisi tersebut secara lebih efektif, penerapan Smart Poultry Housing berbasis Internet of Things (IoT) dapat menjadi salah satu solusi. Sensor dapat digunakan untuk memantau suhu, kelembaban, amonia, dan kecepatan angin secara real-time di dalam kandang. Data hasil pemantauan kemudian dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan perangkat seperti exhaust fan atau pemanas secara otomatis sesuai kondisi lingkungan.
Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kestabilan iklim mikro kandang, menekan risiko stres dan kematian ayam, serta mendukung peningkatan produktivitas. Dengan pengelolaan iklim mikro yang tepat dan dukungan teknologi, pemeliharaan ayam KUB dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap perubahan kondisi lingkungan.
Balai Perakitan dan Pengujian Agroklimat dan Hidrologi Pertanian (BRMP Agroklimat) terus mendorong pemanfaatan informasi agroklimat dan teknologi untuk mendukung penerapan pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan.